Antara Saweran dan Kondangan

Saya mengenal arti lain dari dua kata ini sejak berada di lingkungan kerja. Sebelumnya, “saweran” yang saya pahami berarti memberi uang kepada orang yang telah menghibur kita. As an example, seseorang nyawer ke penyayi dangdut keliling sebagai imbalan karena dia merasa terhibur (dan stigma saya selalu negatif jika mendengar kata ini -__-”).Nah, ternyata ada makna saweran yang positif. Saweran di sini, di tempat saya bekerja, berarti memberikan bantuan untuk orang yang sedang ditimpa musibah. Misalnya, ada rekan kerja yang sedang membutuhkan biaya untuk berobat atau ada salah satu anggota keluarganya yang meninggal dunia, maka salah seorang rekan kerja yang lain akan mengedarkan amplop untuk menggalang dana bantuan. It;s mean saweran.

Selain saweran, ada juga kata kondangan yang mengalami perluasan makna. Awalnya kata kondangan yang saya pahami berarti pergi menghadiri undang (umumnya pernikahan). Tapi ternyata ketika kita tidak bisa hadir dan memberikan kado (barang atau uang) ke orang yang mengundang (pra atau pasca hari H), itu juga diartikan kondangan. Hmmm.. tadinya saya bingung pas ditanya, “Mbak, udah kondangan ke si A?” Pikirku, kenapa baru ditanya sekarang, padahal acaranya sudah 2 hari yang lalu. Ternyata kondangan yang dimaksud adalah memberikan kadonya itu. Hoho…

Apakah Anda mengartikan hal yang sama untuk kedua kata pada judul di atas?

-kamar kost kedasih III/55
ketika bulan-bulan dipenuhi derasnya arus saweran dan kondangan :D

Menggalau Sejenak

Yang lagi galau, sila putar Lagu Galau berikut. Dijamin makin galau. Hehee..

pesan dari om Mario Teguh dalam segmen “Muda dan Galau”, kalau galau, obatnya yaa jangan galau. Setujuu? :D

Another Achievement: Menuju KarTap

Akhir Januari kemarin adalah akhir masa kontrak di perusahaan pertama tempat saya bekerja. Sesuai dengan sistem yang ada, persyaratan mengakhiri masa kontrak adalah dengan membuat improvement project yang nantinya akan dipresentasikan di hadapan tiga komite (level manager dept). Walaupun telah dipersiapkan selama tiga bulan terakhir, tetap saja ada sedikit kegalauan menjelang detik-detik presentasi. Maklum, ini kali pertama saya presentasi dalam bahasa inggris (tentu berbeda dengan lomba cerdas cermat dalam bahasa inggris semasa SMP). Well, walaupun sempat disarankan untuk mengambil les convensation oleh atasan yang membimbing saya, tapi saya mengindahkannya dengan dalih tidak terlalu penting (alasan sayang budget juga sih :D ). Dan singkat cerita, biidznillah, presentasi dapat dilalui dengan lancar.

Sehari menjelang masa kontrak habis (presentasi saya dilaksanakan H-2 habisnya masa kontrak), terjadi aksi buruh besar-besaran di sini (red: kawasan industri tempat saya bekerja). Harusnya hari itu saya menerima hasil keputusan (SK jika saya diangkat menjadi karyawan tetap, lembar kontrak jika saya dikontrak ulang, atau lembar pengalaman kerja yang artinya saya sudah harus hengkang dari tempat ini), tapi keadaan nampaknya kurang bersahabat. Hari terakhir kontrak pun harus dirayakan dengan aksi walk out para buruh. Ketika mereka ramai-ramai menuntut kenaikan UMK, maka dalam hati saya menuntut keputusan management atas nasib saya di sini. What a selfish, gals! X(

Sampai beberapa hari, akhirnya keadaan mereda (tidak ada lagi aksi buruh susulan).Pun masa kerja saya sudah lewat, namun atasan saya tetap meminta saya untuk masuk kerja. Yah, walaupun secara eksplisit berarti saya masih menjadi karyawan di sini, tapi tetap saja keputusan itu belum sampai di telinga saya. Sampai akhirnya, lewat 4 hari dari masa kontrak, saya memberanikan diri untuk bertanya langsung pada atasan 2 tingkat di atas saya. Beliau mengucapkan selamat sembari menyerahkan SK pengangkatan saya sebagai karyawan tetap.
Well, don’t know it should be happy ending or not. Karena rasanya masih hambar sampai saat orang tua memberikan suntikan penyejuk jiwa bahwa beliau merelakan saya untuk berada di sini lebih lama lagi.
Thank’s mom and sorry if I can be your side yet:’(.

Todays Learn

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS Ibrahim:7)

Mbolang hari ini mengingatkan diri untuk bersyukur, kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun.
Yakin bahwa “bus jemputan” mungkin kendaraan sementara yang dipilihNya sesuai dengan kapasitas kita saat ini, bukan busway, atau yang lain :)

Seperti Cinta

Cinta itu sahabat
Tumbuh kala sekian lama bersama
Cinta itu angin sepoi
Terasa sejuk dan damai kala kita ikhlas menerima kedatangannya
dan ikhlas melepas kepergiannya
Tapi cinta bukan angin gurun
Ketika baru sekejap menghampiri
kita memaksanya untuk tinggal
Dan cinta akan membuat kita selalu bahagia
Karena sejatinya cinta selalu damai dan mendamaikan
saling menjaga dan dijaga
Tak pernah meminta untuk saling memiliki
Karena cinta tak berhak atas kepemilikan

St. Gubeng
2606’11

Perpisahan

Seandainya jiwaku bisa dibelah menjadi beberapa bagian, akan kusimpan bagian – bagian jiwaku di waktu – waktu dan tempat berbeda. Mungkin, satu bagian tetap berada di masa lalu bersama sahabat kecilku, satu bagian berada bersama keluargaku, satu bagian berada bersama kawan – kawanku, dimanapun mereka adanya.

Setiap aku bertemu dengan orang yang berbeda, maka akan kutinggalkan bagian jiwaku bersama mereka, supaya aku bisa tetap bersamanya, supaya tidak ada perpisahan.

Tapi jika demikian, maka tidak akan ada yang namanya rindu, rindu saat – saat bersama, tertawa riang atau saat sedih. Mungkin kita tak akan bisa merasakan bagaimana indahnya merindukan dan sedihnya perpisahan. Dan ternyata bagian yang paling indah dari perpisahan adalah, saat kita sedang merindukan lalu bertemu kembali di suatu masa yang berbeda. Kita pun membawa cerita hidup kita, menjadi satu bagian yang paling istimewa dalam sejarah kehidupan kita.

Pertemuan dengan kalian membuatku tidak pernah sama lagi. Akan kusimpan baik – baik dalam ingatanku dan akan kembali lagi nanti saat kita bertemu lagi.

Terima kasih ya Allah, karena kalian adalah hal – hal yang terbaik dalam hidupku.
Selamat berjuang kawan – kawan.

*dari sebuah album kenangan SD milik si bungsu
Sederhana, namun tetap menarik ^^

Kutipan dalam Novel “Let Go”

Awalnya ingin meresensi novel ini yang sudah tiga kali saya baca tanpa rasa bosan. Tapi setelah dicari referensinya di Google ternyata sudah banyak juga yang menulisnya, walaupun hanya sekilas. Mumpung lagi iseng, tetep pengen nulis tentang novel ini, minimal sebagai arsip pribadi:).

LET GO
Setiap cerita punya ruang sendiri di dalam hati

Berbeda dengan novel teenlit pada umumnya, novel ini cukup menarik hati saya. Biasanya teenlit2 yang bertebaran seringkali mengekspose kisah percintaan remaja, “menye2″, benci jadi suka, alur yang terlampau mudah ditebak, mirip serial pendek yang sering ditayangkan di TV. Tapi, dalam novel ini justru lebih kental dengan rona persahabatan, mimpi, menghargai dan menjadi diri sendiri, serta perjuangan menemukan kembali alasan untuk hidup. Tentu saja bumbu percintaan tetap ada mewarnai novel ini sebagai pemanis, tidak dominan.

Well, dalam postingan kali ini saya ingin berbagi kutipan-kutipan menarik (versi saya) dalam novel ini.Kutipan pertama yang membuat saya “jatuh cinta” dengan novel ini

“Kau tahu apa artinya kehilangan? Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya”
(sinopsis di cover bagian belakang)
Yup, rasa hampa dan sakit akan kehilangan itu benar-benar akan terasa sampai kita mengalaminya sendiri.
Continue reading »

UCAPAN TERIMA KASIH *

Penulis mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang cukup berjasa dan memberikan dukungan selama pengerjaan Proyek Akhir ini :
1. Kedua orang tua yang senantiasa memberikan semangat, do’a, dan dukungan finansial. Mohon maaf kalau Nanda paling membuat Ibu dan Bapak susah dan khawatir. Rabb..sempatkan hamba untuk membalas kebaikan mereka. Aamiin.
2. Bapak Basuki Rahmat, Ir., MT. selaku Pembimbing 1, atas masukan, bimbingan selama pengerjaan Proyek Akhir ini, serta pelajaran tentang kesabaran.
3. Bapak Budi Prasetya, ST., MT. selaku Pembimbing 2, atas segenap bimbingan dan penjelasan tentang konsep dasar selama pengerjaan Proyek Akhir ini.
4. Ibu Rina Pudji Astuti, Ir., MT. selaku dosen wali, atas nasehat serta motivasi yang senantiasa diberikan selama perwalian.
5. My beloved sister and brother (Mb Tetty, atas pengorbanan serta kepercayaan yang diberikan kepada Nanda selama ini; Mb Willy, atas supportnya; Mas Rozaq, atas tausiyah dan semangat berjuang yang kau contohkan; Dik Nisa (alm), betapa malunya menjadi kakak dari adik sehebat dirimu; Dik A’al, atas semangat belajarnya). Subhanallah.. kalian berjuang dengan cara yang mengagumkan!
Continue reading »

G.R.A.D.U.A.T.I.O.N


#udah nulis note panjang-panjang lha kok ilang :’( jadi males nulis lagi nih..coba..coba..coba lagi.. ^^ (published on FB)

26 Maret 2011. Alhamdulillah, akhirnya salah satu episode hidup kembali tertunaikan. WISUDA. Pun, ternyata tidak duduk berderet bersama kalian, teman-teman D3TT-31-02, atau berbanjar dengan kalian, teman-teman D3TT-31-T. Ya, hanya 11 orang dari prodi kita, 3 diantaranya adalah adik angkatan (keren lah mereka :) ), 1 orang kakak angkatan, dan sisanya adalah angkatan kita. Nyatanya saya sudah cukup terbiasa dengan kesendirian selama 1 semester terakhir tanpa kalian.*sayup-sayup terdengar teriakan penghibur hati, “Tiga tahun sudah biasa, tiga setengah tahun luar biasa!” :D
Continue reading »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.